Bedhug dan Kenthongan

  6 - Mar - 2008 -   meds -   8 Comments »

Di negeri kita banyak di jumpai bedhug dan kentongan. Utamanya dimasjid-masjid. Ini hasil kreasi dari para ulama jaman dulu. Entah mulai kapan bedug dan kentongan dikenal dinegeri ini. Di Bali kenthongan dikenal dengan nama kukul. Dinegeri china bedhug bisa dijumpai di kota Xian kota dimana terdapat Terracota army yg terkenal itu.

Kenthongan dibuat dari kayu yang di dalamnya dilubangi dan diberi jendela memanjang, lebih mudah kalau dibuat dari seruas bambu, dimana tinggal menambah jendela saja. Didesadesa kenthongan digunakan untuk bunyi-bunyian sewaktu ronda dimalam hari ataupun untuk tanda bahaya.

Jaman “doeloe” ada kode-kode tersendiri dari bunyi kenthongan yang disebut “titir”. Kenthong satu-satu berulang-ulang dengan rytme agak jarang berarti ada orang gantung diri, dua dua berarti ada maling, tiga-tiga ada kebakaran, sembilan kali berarti ada warga yang meninggal. Kalau dibunyikan satu-satu dengan cepat dan disahut oleh semua pemilik kenthongan disebut “gobyog” yang diartikan katanya ada pasukan Nyi Loro Kidul yang sedang lewat ???

Bedhug…. bedhug dibuat dari silinder kayu yang ditutup dengan kulit pada ujung-ujungnya. Contohnya bedhug di kota kita, Purworejo Jawa tengah, yang terbuat dari satu gelondong kayu jati utuh, tanpa sambungan, adalah bedhug terbesar di dunia. Diameternya melebihi depa orang-orang melayu. Sampai sekarang bedhug tersebut masih terawat baik.

Beberapa waktu yang lalu di negeri kita marak diadakan festival bedhug yang melibatkan para seniman. Bedhug berjajar-jajar dan ditabuh dengan rytme yang rancak mengasyikkkan.

Kenthongan juga digunakan sebagai alat pemanggil warga. Sampai sekarang didesa-desa kalau rapat warga akan dimulai maka kenthongan di bunyikan untuk memanggil para pesertanya. Ada juga yang memanfaatkan kenthongan sebagai tanda pada balapan burung merpati dimana kalau si burung sudah medarat maka dibunyikan kenthongan tadi. Bahkan dimasa lalu bunyi kenthongan didaerah tertentu digunakan untuk mengingatkan para acceptor meminum pil KB… hebat kan?

Di masjid-masjid suara kenthongan dan bedhug digunakan sebagai tanda waktu masuk sholat. Biasanya keduanya dibunyikan bergantian. Kenthongannya dibunyikan dulu…… thong tong tong 21x ……. artinya mesjid masih kothooooong…tong…..tong………… kemudian gantian Bedhugnya nyahut…. dheng deng deng deng 21x ………artinya mesjid masih sedheeeeeeeeeeeng dheng dheng…… masih cukup untuk menampung jamaah.

Anehnya udah thong-dheng2 masjid2 itu jamaahnya ya masih bisa dihitung dengan jari padahal sholat berjamaah itu pahalanya 27 x lipat lo. Tapi kalau namanya kenduren atau pengajian bisa ratusan bahkan ribuan yang datang padahal pahalanya jauh lebih kecil dibanding dengan sholat berjamaah di mesjid.

Begitupun walau bedhugnya sudah digedein hingga suaranya Bleng-bleng, bleng … bleng tetep saja yang masuk mak bleng untuk sholat berjamaah jumlahnya doremi tidak mencapai dua octaf… itupun bata suwek, bau tanah sudah tuwek.

Kiriman dari:
dr. Indro Saswanto
indosas@gmail.com

Category: budaya, Tags: | posted by:meds


8 Responses to “Bedhug dan Kenthongan”

  1. Gunarso TS says:

    Wah, boleh juga “othak athik mathuk’-nya Pak dokter ini. Suara kenthongan yang berbunyi dheng dheng di kampungku Pulutan Kec. Ngombol hanya dimiliki oleh Pak Glondhong (lurah). Hingga tahun 1970-an kenthongan tersebut menjadi alat komunikasi handal manakala Pak Lurah memanggil prabot/pamongnya. Bunyi kenthongan sekian kali untuk panggil kebayan, untuk sekian kali yang lain mengharap kehadiran kepetengan, dan seterusnya.
    Sebagai pamong, praktis mereka akan segera menghitung, berapa kali pukulan kenthongan tersebut, untuk dirinya atau bukan. Dan karena harus selalu konsentrasi mendengarkan bunyi kentongan, bapakku Pak Tjokrosutikno di tahun 1950-an milih mundur dari jabatan pamong desa lantaran tak siap selalu “diteror” bunyi kentongan Pak Kades.

  2. [...] Gunarso TS: Wah, boleh juga “othak athik mathuk’-nya Pak dokter ini. Suara kenthongan yang berbunyi dheng… [...]

  3. Heath Kepp says:

    A Good blog post, I will be sure to bookmark this post in my Reddit account. Have a great day.

  4. Noe Crupe says:

    Excellent post, I will be sure to save this in my Clipmarks account. Have a good day.

  5. mas gunarso ts.
    terimakasih commemtnya.
    jaman sekarang alkom kentongan sudah diganti dengan alat yg lebih canggih yakni telefon. kalau ayahanda mundur gara2 kenthongan lain lagi di jamannya pak harto.. banyak orang menunggu kenthongan berbunyi dengan harap2 cemas untuk jadi menteri.
    wass.

  6. Workstations says:

    I’m truly enjoying the design and layout of your site. It’s a very easy on the eyes which makes it much more enjoyable for me to come here and visit more often. Did you hire out a designer to create your theme? Great work!

  7. I just wanted to comment and say that I really enjoyed reading your blog post here. It was very informative and I also digg the way you write! Keep it up and I’ll be back to read more in the future

  8. kredytom says:

    This design is incredible! You most certainly know how to keep a reader entertained. Between your wit and your videos, I was almost moved to start my own blog (well, almost…HaHa!) Wonderful job. kredytami I really enjoyed what you had to say, and more than that, how you presented it. Too cool!

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

INDOSIAR HAVE BEEN BLOCKED

24 - Mar - 2009 | eko_juli | 10 Comments »

Vickynisasi Sebagai Dampak Gaya Bahasa Pejabat

13 - Sep - 2013 | indra.ngombol | No Comments »

Budaya Kita

26 - Jun - 2008 | mastogog | No Comments »

Lagu Buka Sitik Jos untuk Mencegah Korupsi

6 - Sep - 2013 | indra.ngombol | 1 Comment »

Bedhug dan Kenthongan

6 - Mar - 2008 | meds | 8 Comments »

© copyleft - 2008 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net