Which one …Kutoarjo or Purworejo…?

  21 - Feb - 2008 -   Raf -   17 Comments »

On my previous article , may be you confused between Kutoarjo and Purworejo.
Well , here is the explanation :

Purworejo is the capital city of the region while kutoarjo is the second-largest town in the district . They are _12 km in distance _ a parted. City transports , intercity transports and inter province transports connect them for more than 10 hrs a day . At night “ojek” a motor cycle transport is an alternative . But if you do not pursue the time it is better you take overnight . See label hotel in this blog for searching hotel you want to stay in.

Illustration below shows public facility and infrastructure they have :

Facilities

Kutoarjo

Purworejo

Main bus station

-

Yes

Main train station

Yes

-

State of Intern’l school ( junior / SMP )

Yes

-

State of Senior High School ( SMA )

Yes

Yes

State of Tech. High School ( STM )

-

Yes

State of Econo. High School ( SMEA )

Yes

-

College / University

Yes

Yes

Hotels

Yes

Yes

Museum *

-

Yes

Public swimming pool

-

Yes

Shopping center

Yes

Yes

Hospital

Yes

Yes

* previously located in Kutoarjo

So , it doesn’t matter whether you visit Kutoarjo or Purworejo

Visit Purworejo 2008 , see you there !!!

Category: wisata, Tags: | posted by:Raf


17 Responses to “Which one …Kutoarjo or Purworejo…?”

  1. meika_sari says:

    saya pilih kutoarjo sasjah
    karena saya dari kutoarjo

  2. Anonymous says:

    he..he..he.., Ok deh…entar aku tulis artikel tentang KTA ditambahin kalau kurang akurat yaa…tungguin saja tanggal postingnya

    Raf

  3. Anonymous says:

    woii..!! kang..!!

    ra usah kementus boso inggris2 san

    ra isin kwe??…

    men di anggep pinter??

    soyo akeh wong nganggo boso inggris gawe komunikasi antar sesama yg memiliki bahasa asli sendiri menunjukkan nek bongso kui iseh di jajah

    nganggo o boso jowo po indo

    bodho mu..!!

  4. cah loano says:

    melu komen ah…

    sebenarnya untuk berita/info/artikel, dengan bahasa opo wae sah-sah saja. hanya yang harus diperhatikan adalah sifat dari berita/info/artikel itu sendiri, intinya kudu eling 4 kata kunci : SIAPA, APA, KAPAN dan DIMANA : artinya SIAPA konsumen berita/info/artikel itu, APA : esensi, masksud dan tujuan dari berita/info/artikel, KAPAN : menyangkut waktu/masa, dan DIMANA = kata ini menerangkan lokasi =tempat=ruang, artinya bahwa ruang itu juga menyangkut masalah lingkup, domisili dan wilayah, yang dibatasi oleh karakteristik sosial, ekonomi, dan budaya (adat istiadat) dll.

    jadi ya, menurut saya artikel/berita/info itu agar efektif, efisien, dan tetap sasaran yo penyampaiannya harus disesuaikan dengan kondisi riil para pembacanya, atau komunitas yang menjadi “obyek”. baik dari kesederhanaan katanya, agar mudah dimengerti, atau bahasa yang digunakan.

    akan tetapi lain halnya kalo info/berita itu untuk konsumsi masyarakat tanpa mengenal batas wilayah, dan ruang. justru untuk hal ini dianjurkan untuk menggunakan bahasa global

  5. fajariskandarfamily says:

    lahhhhhhhhhhh….. wis jowo wae po indonesia sing gampang

  6. Raf says:

    Terima kasih Mas Abdul,begitu dalam komen anda….

    Kalau kita lihat misi blog ini adalah wahana komunikasi & silaturahmi blogger PWR , juga sebagai media memperkenalkan PWR ke dunia ( koreksi Mas Meds kalau salah ).

    Daripada mempermasalahkan pemakaian bahasa lebih baik kita tuangkan waktu untuk menulis diblog ini artikel / berita yang sifatnya komunikatif & promotif , sesuai dengan misi diatas .., jangan sampai kita terjebak hal yang “de-konstruktif”, apalagi mengaitkan penggunakan bahasa dengan “penjajahan” tidak ada relevansi dan terkesan tergesa – gesa.

    Mari angkat nama PWR baik di level nasional / internasional. Mungkin lewat forum inilah dedikasi kita pada bangsa & negara. Bagi yang punya ide menulis silahkan tulis hal yang berguna , bagi yang punya hak komen silahkan pakai hak secara dewasa dan bertanggungjawab.

    Wassalam
    Raf

  7. meds says:

    saya sepakat dengan mas Raf. Blog ini memang untuk sarana komunikasi blogger purworejo di manapun berada, termasuk yang peduli dengan purworejo, atau siapapun yang merasa ada kaitan dengan purworejo.

    Jadi masalah bahasa saya kira bebas: Jowo, Indonesia, Londo, atau Inggris, atau ..?.

    mari kita gunakan blog gratis ini semaksimal mungkin. Komunikasi, sekaligus mengenalkan Purworejo ke seluruh dunia.

    ditunggu partisipasi teman-teman blogger purworejo.

    sumedi

  8. astari says:

    Leres sanget. It doesnt matter what language we used in this blog. Lagi pula dengan adanya posting berbahasa Inggris, akan membuka peluang orang non-Indonesia mengenal Purworejo.

    Dadi iki dudu soal kementhus po sok-sokan. Seperti kata Raf, daripada mempersoalkan bahasa, akan lebih produktif bila kita mengisi blog ini dengan aneka ragam tulisan soal Purworejo, our beloved hometown.

    Astari

  9. Raf says:

    Mbak Astari,
    Makasih lho sudah mampir di forum Pwr

    Btw , boleh dong sharing ke kami ilmu “jurnalistiknya ” , sehingga artikel di blog ini bisa sekelas artikel diblog anda …

    Wassalam,
    Raf

  10. lentera-ijo says:

    itulah, kalo pikirane cuma dipurworejoo aja, intenet itu dah mendunia, yg baca bisa siapa aja, konsumsi BP jg bukan orang jawa / indonesia aja, lha kalo yg bgini dipermasalahkan, kapan orang pordjo mau mbangun deso, apalg smp ngomong keminter sgl, grow up men!! look at the whole world.

  11. haryanto says:

    yo wis sama 2 orang purworejo berirama pada rukun2 aja buat kemajuan kita semua wong purworejo.

  12. ki bledek says:

    ayo kompak,bersatu sbg wong purworejo….sing iso boso londo golek investor ke pwr,isih akeh tanah nganggur di pwr..sing punya tanah banyak di pwr ya suruh rakyat pwr berproduktip.

  13. amy says:

    aku wong wong butuh,,alumni SMP N 14 PWR
    tahun,,2003,,,,cah sidomulyo,,,

  14. CAHYO Y says:

    Desa Bibir Dubang

    Rikala srengenge ono pucuke gunung Ndoro Sumbing
    Aku mlaku dewean, ngetutakeh banyu sing mili ning kali
    Nelongsong anggonku nglakoni urip
    Nunduk lesu lan luwih koyo luwihe macan
    Sumereping srengenge nambahi anggonku nlusuri dalane urip iki

    Ndadak aku krungu gemremenging ucap
    Silir similir koyo suarane dudu priyayi prio
    Tak mat-matke yo pancene wong wedok loro
    Cekikak-cekikik orah eling wengi wis teko

    Atiku rodho pingin nggateake opo sing lagi dirembuk
    Lambene nyiyir abang rupane lan netesing bumi
    Aku nggiris tenan jane
    “Bejo…!” loh nyeluk jenengku
    Jebule lambe dubang tonggoku lagi ngomongi aku tenan iki….

    Yo wis.. karepe lah
    Aku nerusake sing dadi dalan ngarepku
    Dalan uripku saiki yo tetep dalan setapak
    Koyo ndesek aku muleh repek
    Tak cekeli salah, tak angkat salah, tak geser tambah salah..
    Dalan duh dalan setapak miring mbelok nggowo klari sing lagi dirumpih tonggoku…
    Aku saiki ning kono maneh…

  15. Mbah Marto says:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Merdeka! Merdeka!Merdeka!
    Saya senang sekali ada yang bikin Blogger Purworejo, yang menjadikan sapa saja bisa posting tulisan dan apa saa untuk tentu saja kemajuan daerah kita tercinta. Tak usah dipersoalakan dengan bahasa apa dia mengungkapkan ide atau bahkan komentar-komentarnya. Yang penting sekarang kita bisa posting apapun yang menjadikan Purworejo lebih dikenal dan sekaligus dikenang bagi yang dilahirkan atau pernah merasakan air Purworejo. Dengan dikenal baik oleh orang bukan asli Purworejo bahkan orang asing maka akan dijadikan sebagai pertimbangan untuk berbisnis di daerah kita yang ujung-ujungnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat.
    Misal, aku punya contoh kecil sebagi berikut.
    Ini cerita lhoooo.
    Tadi siang saya sama istri ke toko mas,( gak pamer lhoooo), pada waktu istri milah-milih saya melihat ada sebuah souvenir
    yang dibungkus plastik. Ternyata souvenir itu adala miniatur bedug bagelen yang ada di masjid agung Purworejo. Saya sangat tertarik, tentunya. Setelah berbincang panjang lebar tentang miniatur bedug tersebut akhirnya “tak tembung” untuk saya beli. Dan diberikan dengan harga Rp.50.000,-
    Sebagi informasi, miiatur bedug tersebut benar-benar sangat mirip dan tentu memiliki nilai jual tinggi. Yang bikin anak Baledono. Dia akan jual nanti pada hari raya Fitri di depan Masjid Agung.
    Dalam hati saya berkata” akhirnya ada yang juga yang bikin souvenir khas dan merupakan kebanggaan Purworejo” Kok bulan Juni 2009 say belum menemukan, karena waktu itu saya mengantar siswa ke luar negeri, dan say bingung souvenir khas Purworejo itu apa yang ada. kalau tahu, pasti saya bawa ini dan pasti saya promosikan di negeri asing tersebut.

    nah, cerita saya ini mungkin sedikit bisa mempromosikan Purworejo dari cendera mata buatan wong Porjo tentang kebanggaan wong Porjo.
    He he
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  16. nana says:

    wah nemu blog ini tanpa sengaja….
    miss my hometown much

  17. [...] 21 February 2008 — Which one …Kutoarjo or Purworejo…? (16) [...]

Komentar dengan Facebook

Leave a Comment

 

Related Post

Sarana Angkutan Rakyat

26 - Oct - 2008 | Raf | 4 Comments »

Awal mula tarian dolalak

2 - Feb - 2009 | agus | 26 Comments »

Goa Seplawan, Pesona Alam Yang Mengagumkan

24 - Mar - 2009 | budiqof | 21 Comments »

How Do You Go to Purworejo ….? ( from Jakarta )

29 - Jan - 2008 | Raf | 9 Comments »

Durian Purworejo

23 - Jan - 2009 | geblex | 8 Comments »

© copyleft - 2008 by Blogger Purworejo
Theme by: azimat.net